AMPC.Blog, Surabaya – Manusia hidup bersanding dan menapakkan kakinya disebuah lingkungan. Lingkungan memberikan kenyamanan, keindahan, dan kebebas untuk hidup. Akan tetapi manusia saat ini terlalu terlena akan semua yang diberikan oleh lingkungan hingga lupa untuk menjaga dan merawatnya. Saat ini banyak sekali terjadi bencana alam mulai dari banjir, tanak longsor, hingga tsunami. Kebanyakan anak muda saat ini hanya mengambil manfaat dari lingkungan untuk keuntungan pribadi tampa memikirkan bagaimana cara menjaga kelestarian lingkungan.
Berbeda dengan sosok muda Jihan Fairuz Atikah yang memiliki jiwa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan hidup. Jihan Fairuz Atikah atau yang dikenal dengan sapaan Jihan ini memiliki tujuan untuk menjaga, merawat dan melestarikan lingkungan hidup. Jihan mengawali karirnya dalam bidang lingkungan hidup sejak dia duduk dibangku SMP. Dia dengan timnya menggerakkan anak muda untuk peduli lingkungan melalui aksi nyata. Aksi nyata tersebut yaitu mendaur ulang sampah plastik, membuat Takakura atau pupuk kompos, lubang bipori, serta grebek pasar untuk memanfaatkan sampah Organik yang tidak digunakan untuk diolah menjadi Takakura atau pupuk kompos.
Tidak hanya itu Jihan juga menggalakan aksi membuat lubang Biopori sebanyak 100 lubang resapan air dilingkungan sekitar rumahnya dan menggalakan 200 lubang resapan air di Sekolahnya. Hal itu ia lakukan untuk mencegah terjadinya banjir di sekitar rumahnya dan sekolahnya. Melihat para tetangga yang sering mengeluh saat terjadi banjir membuat Jihan resah dan memikirkan solusinya. Sehingga gerakan 100 lubang resapan air ia galakan. Selain itu Jihan mengajak keluarga besarnya untuk mengolah sampah Organik menjadi Takakura dan dapat dijadikan bisnis atau pemasukan bagi keluarga dengan cara menjual pupuk kompos tersebut.
Jihan
tidak pernah menyangka aksi-aksi yang ia lakukan mendapatkan apresiasi dari
Lembaga Lingkungan Hidup yaitu Tunas Hijau. Jihan mendapatkan kesempatan untuk
berangkat ke Autralia menjadi perwakilan atau delegasi anak muda yang melek akan
lingkungan hidup. Jihan pada saat itu mewakili siswa SMP Se-Jawa Timur untuk
bisa dikirim ke Australia.
Jihan saat berada di Australia sebagai delegasi
dari Indonesia
(Anak Muda Punya Cerita/Anisah Tsaniya Putri)
Tidak
berhenti dibangku SMP, Jihan melanjutkan aksinya dibangku SMA. Selain
kemampuannya dalam hal lingkungan hidup, Jihan menuangkan isi pikirannya untuk
mengajak anak muda agar peduli lingkungan dalam sebuah lirik Yel-yel dan
Jingle. Hingga pada saat itu sekolah SMA nya mendapatkan 10 piala penghargaan
salah satunya terdapat kategori Best lyric.
10 piala penghargaan
(arcosmandela)
Jihan yang saat ini telah berusia 23 tahun tetap memiliki semangat yang sama untuk menjadi pemuda yang melek akan lingkungan hidup. Saat ini Jihan sering dijadikan seorang juri pada perlombaan yel-yel yang diadakan oleh Tunas Hijau. Kepeduliannya terhadap lingkungan dibuktikan dengan cara membuang sampah sesuai pengelompokkannya, memberika karya-karya berupa lirik lagu yel-yel dan jingle, serta kemampuannya mendaur ulang sampak plastik untuk dijadikan baju, rok, tamplak meja, bros, dan lain-lain.
Dari
kisah inspiratif Jihan kita sebagai anak muda dapat mencotoh aksi peduli
lingkungan yang telah Jihan galakan sejak SMP sampai saat ini. Semangat yang dimiliki
anak muda mampu memberikan dampak yang besar dan mampu merubah peradaban dunia
ketika anak muda telah bertekad dan bergerak.



0 Komentar